Jamur cendawan banyak ditemukan di taman, di langit-langit yang lembab, di balik lemari es, bahkan di banyak tempat lain. Ia mampu menyebar luas karena punya fleksibilitas yang tinggi. Dan ternyata, mereka juga sangat bermanfaat bagi pepohonan.
Dari studi genetika yang dipublikasikan di jurnal Nature Reviews Microbiology, diketahui bahwa jamur ini mampu melindungi tanaman dari berbagai penyakit sekaligus meningkatkan pertumbuhan tanaman tersebut. Ia juga bisa dipakai sebagai alternatif ramah lingkungan dari pupuk konvensional dan zat-zat pelindung tanaman.
“Dalam DNA jamur, khususnya dari genus Trichoderma, ada banyak gen terkait persepsi sensitif terhadap dunia luar. Jamur ini bisa bereaksi terhadap sinyal dari lingkungannya,” kata Irina Druzhinina, peneliti dari Vienna University of Technology, Austria.
Tampilkan postingan dengan label News. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label News. Tampilkan semua postingan
Spesies-spesies di Ambang Kepunahan
Meski berbagai upaya untuk menyelamatkan populasi telah digelar, namun sejumlah spesies hewan tetap tak mampu berkelit dari ambang kepunahan akibat ulah manusia. Sebelum ini, sejumlah konservasionis juga tengah menimbang-nimbang untuk meninggalkan spesies yang sulit tertolong dari kepunahan. Spesies-spesies tewan tersebut antara lain adalah harimau, beruang kutub, ikan salmon Atlantik, dan panda raksasa.
Harimau
Pada tahun 1900, di India saja terdapat sekitar 100 ribu ekor harimau. Saat ini, diperkirakan, populasi hewan tersebut di seluruh dunia hanya mencapai 3.062 sampai 5.066 ekor saja. India memang masih menguasai sebagian besar populasi harimau, sekitar 1.700 ekor, tetapi negara yang diperkirakan akan segera mengambil alih posisi China sebagai negara dengan jumlah manusia terbanyak di dunia itu akan meningkatkan ancaman bagi harimau.
Harimau
Pada tahun 1900, di India saja terdapat sekitar 100 ribu ekor harimau. Saat ini, diperkirakan, populasi hewan tersebut di seluruh dunia hanya mencapai 3.062 sampai 5.066 ekor saja. India memang masih menguasai sebagian besar populasi harimau, sekitar 1.700 ekor, tetapi negara yang diperkirakan akan segera mengambil alih posisi China sebagai negara dengan jumlah manusia terbanyak di dunia itu akan meningkatkan ancaman bagi harimau.
Penyu Tempayan Butuh Hampir Separuh Abad untuk Dewasa
Dari penelitian yang dipublikasikan di jurnal Functional Ecology, ternyata loggerhead turtle alias penyu tempayan (Caretta caretta), membutuhkan hampir separuh abad untuk mencapai titik dewasa. Seekor penyu betina dari spesies ini baru akan bertelur saat mereka berusia 45 tahun.
Temuan yang didasari oleh pengumpulan data selama beberapa dekade terhadap pertumbuhan penyu tersebut tentunya membawa implikasi terhadap upaya konservasi. Ia menjelaskan berapa waktu yang dibutuhkan bagi penyu yang menetas untuk kembali ke tempat ia dilahirkan untuk bertelur. Sebelumnya, peneliti memperkirakan bahwa usia matang penyu tersebut antara 10 sampai 35 tahun.
Menurut Graeme Hays, peneliti dari University of Swansea, Inggris, lambatnya penyu tersebut masuk ke usia dewasa, artinya populasi spesies ini jauh lebih ringkih dibandingkan dengan perkiraan sebelumnya. “Semakin lambat seekor hewan masuk ke usia dewasa, semakin terancam pula populasi hewan itu dari kebinasaan yang diakibatkan oleh manusia,” ucapnya.
Temuan yang didasari oleh pengumpulan data selama beberapa dekade terhadap pertumbuhan penyu tersebut tentunya membawa implikasi terhadap upaya konservasi. Ia menjelaskan berapa waktu yang dibutuhkan bagi penyu yang menetas untuk kembali ke tempat ia dilahirkan untuk bertelur. Sebelumnya, peneliti memperkirakan bahwa usia matang penyu tersebut antara 10 sampai 35 tahun.
Menurut Graeme Hays, peneliti dari University of Swansea, Inggris, lambatnya penyu tersebut masuk ke usia dewasa, artinya populasi spesies ini jauh lebih ringkih dibandingkan dengan perkiraan sebelumnya. “Semakin lambat seekor hewan masuk ke usia dewasa, semakin terancam pula populasi hewan itu dari kebinasaan yang diakibatkan oleh manusia,” ucapnya.
Bentuk Telinga Kelelawar Berubah dalam Sepersepuluh Detik
Kelelawar, mamalia terbang yang paling terkenal dalam bidang navigasi serta mengejar mangsa dalam gelap, ternyata mengubah bentuk telinga mereka dalam waktu sepersepuluh detik untuk menjadikan pendengaran mereka lebih tajam.
Dengan sistem sonar, mereka dapat bermanuver dan mengidentifikasi mangsa dalam situasi sulit. Berfungsi sebagai antena, bentuk telinga kelelawar berfungsi kritis untuk menerima suara-suara ultrasonik.
"Kelelawar dapat merubah bentuk telinga hanya dalam waktu sepersepuluh detik. Mereka merubah telinga luar mereka untuk konfigurasi yang lebih ekstrim," ungkap Rolf Muller dari Virginia Tech.
Untuk perbandingan, Muller memberikan analogi dengan kedipan manusia. "Satu kedipan manusia dua sampai tiga kali dalam jangka waktu yang sama. Dengan mengalami perubahan bentuk, kepekaan mendengar hewan pun mengalami perubahan kualitatif," jelasnya.
Dengan sistem sonar, mereka dapat bermanuver dan mengidentifikasi mangsa dalam situasi sulit. Berfungsi sebagai antena, bentuk telinga kelelawar berfungsi kritis untuk menerima suara-suara ultrasonik.
"Kelelawar dapat merubah bentuk telinga hanya dalam waktu sepersepuluh detik. Mereka merubah telinga luar mereka untuk konfigurasi yang lebih ekstrim," ungkap Rolf Muller dari Virginia Tech.
Untuk perbandingan, Muller memberikan analogi dengan kedipan manusia. "Satu kedipan manusia dua sampai tiga kali dalam jangka waktu yang sama. Dengan mengalami perubahan bentuk, kepekaan mendengar hewan pun mengalami perubahan kualitatif," jelasnya.
Langganan:
Postingan (Atom)
Visi
Menjadikan Himbio sebagai organisasi ”SUPER SMART” (Sumber edukasi, PERan aktif, Selalu kreatif, Mumpuni dalan organisasi, ARTistik).
Misi
1. Optimalisasi dalam hal pendidikan
2. Harmonisasi hubungan internal dan eksternal organisasi
3. Mengembangkan minat dan bakat mahasiswa pendidikan biologi
4. Membudayakan sikap profesionalitas dalam organisasi.
Blog Archive
Labels
- AD/ART (1)
- cerpen (1)
- ekosistem (1)
- foto (2)
- gamabasis (7)
- iNFO (5)
- Juklak (1)
- Juknis (1)
- Karya himbio (6)
- kegiatan (1)
- Kepanitiaan (6)
- News (4)
- pragamabasis (1)
- puisi (5)
- Seminar (1)
- Struktur Kepengurusan (6)
Diberdayakan oleh Blogger.
Selamat Datang di Blog Himbio FKIP Untan dengan dibuatnya blog ini diharapkan Himbio bisa lebih dikenal lagi secara luas.

